LaLiga Retro Matchday Heboh di Jakarta, Nostalgia Jersey Legendaris Hidup Lagi
JAKARTA, iNews.id – LaLiga Retro Matchday menghadirkan atmosfer nostalgia sepak bola di Jakarta dengan menghidupkan kembali jersey legendaris klub-klub Spanyol.
Inisiatif global dari LaLiga ini digelar pada 10-13 April 2026. Sebanyak 38 klub dari LaLiga EA Sports dan LaLiga Hypermotion turut ambil bagian dalam program tersebut.
Dalam momen ini, klub-klub tampil menggunakan jersey khusus yang terinspirasi dari desain ikonik masa lalu. Tidak hanya pemain, wasit juga mengenakan jersey spesial, sementara bola pertandingan dibuat dengan desain retro.
Konsep ini menjadikan Retro Matchday sebagai aktivasi unik di antara liga top Eropa. Program ini memadukan unsur sepak bola dan fashion langsung di pertandingan resmi.
MU Sudah Temukan Pengganti Ideal Casemiro, Gelandang LaLiga Masuk Radar
Semarak Retro Matchday juga terasa di Indonesia. Acara digelar di CGV FX Sudirman dengan melibatkan media dan komunitas kolektor jersey.
Para peserta tidak hanya mengikuti nonton bareng laga CA Osasuna melawan Real Betis, tetapi juga ikut dalam berbagai aktivitas interaktif.
LALIGA Menang Telak! Pengadilan Spanyol Perintahkan Blokir Streaming Ilegal
Kegiatan yang digelar mencakup fun futsal hingga kompetisi showcase jersey. Para kolektor tampil menggunakan jersey retro dari klub favorit mereka, menciptakan suasana penuh warna dan cerita.
Kecintaan Sepak Bola Warga Spanyol Ternyata Warisan Keluarga, LALIGA Ungkap Fakta Mengejutkan
Delegasi LaLiga di Indonesia, Almudena Gómez, menjelaskan tujuan dari kampanye ini.
“LaLiga Retro Matchday mencerminkan komitmen kami untuk menonjolkan warisan dan identitas klub-klub kami, serta memposisikannya sebagai merek yang memiliki sejarah, budaya, dan pengaruh global. Melalui inisiatif seperti ini, kami bertujuan untuk terhubung dengan audiens baru di seluruh dunia, termasuk pasar seperti Indonesia dengan mengintegrasikan sepak bola ke dalam gaya hidup, mode, dan hiburan, serta memperkuat perannya sebagai ekspresi budaya yang menginspirasi dan menetapkan tren di luar lapangan,” ujarnya.
LaLiga Tegas Perangi Pembajakan Digital di Industri Sepak Bola, Media Sosial Jadi Sasaran Utama
Program ini tidak hanya mengangkat sejarah klub, tetapi juga memperkuat posisi sepak bola sebagai bagian dari gaya hidup modern.
Antusiasme juga datang dari komunitas kolektor jersey di Indonesia. Salah satunya disampaikan Benito Benyamin yang menilai momentum ini sangat tepat.
“Momennya sangat tepat, seiring tren jersey vintage yang kembali populer. Jika sebelumnya banyak orang ragu mengenakannya dalam keseharian, kini LaLiga justru menghidupkan kembali nuansa retro dengan menghadirkannya langsung di pertandingan,” ujarnya.
Dia juga menyoroti meningkatnya kepercayaan diri penggemar dalam mengenakan jersey klasik sebagai bagian dari gaya hidup.
“Hal ini juga terlihat dari figur seperti Bellerín yang memadukan jersey retro dalam gaya hidupnya. Karena itu, saat ini semakin banyak orang yang percaya diri mengenakan jersey retro, dan timing ini menjadi sangat pas bagi para penggemar untuk menampilkan koleksi mereka dalam event LaLiga Retro Matchday,” ujarnya.
Melalui program ini, LaLiga tidak hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga membuka ruang baru bagi penggemar untuk mengekspresikan kecintaan mereka terhadap sepak bola dalam bentuk yang lebih luas.
Editor: Abdul Haris