Komentar Mengejutkan Marc Klok usai STY Dipecat PSSI, Ungkit Kenangan Pahit
Klok mengirimkan doa terbaik untuk STY dan masa depannya setelah tak lagi menukangi Timnas Indonesia. Apalagi dia juga pernah menjadi anak asuhnya.
“Mungkin kita punya momen bagus sama-sama, kita juga punya momen tidak baik ketika bersama. Tapi ini karier sepak bola, saya tidak punya rasa sakit hati dan cuma mau kasih ucapan good luck, dan semoga ini keputusan terbaik buat sepak bola di Indonesia,” ucapnya.
Dia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada STY yang telah memberikan ilmunya dalam bermain sepak bola. Seperti harus cepat mengambil keputusan dengan bola, bermain dengan satu sentuhan, melepaskan operan dan bergerak untuk menjadi orang ketiga.
“Memori baiknya adalah mungkin saat dia pertama kali memanggil saya ke Tim Nasional. Mungkin semua tahu perjalanan saya, dia sangat percaya Klok dan momen itu, waktu itu kita main Piala Asia dan SEA Games juga, kita dapat medali,” katanya.
“Memori di Kuwait, saya cetak gol penalti penentu untuk lolos ke Piala Asia. Ini kenangan sangat baik dan saya selalu punya memori indah waktu itu. Tapi seperti saya bilang, ada juga kenangan pahit, tapi itu biasa,” katanya.
Klok terakhir membela Timnas Indonesia saat menang 1-0 atas Vietnam pada putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), 21 Maret 2024.
Setelah laga tersebut, Klok tak pernah lagi dipanggil STY ke Timnas Indonesia. Dia kalah bersaing dengan pemain baru Tim Garuda seperti Thom Haye.
Editor: Abdul Haris