Kisah Pemain Naturalisasi Asal Maroko di Liga Indonesia, Sempat Bermain Tarkam karena Tak Punya Klub
JAKARTA, iNews.id - Inilah kisah pemain naturalisasi asal Maroko di Liga Indonesia. Siapa sangka, di Indonesia ternyata ada pemain asal Maroko yang namanya gagal bersinar.
Ia adalah Khairallah Abdelkbir yang namanya mendadak disorot publik saat tengah ramai pemberitaan mengenai kegemilangan Timnas Maroko di Piala Dunia.
Pasalnya, Khairallah Abdelkbir sempat nganggur hingga bermain di turnamen antar kampung (tarkam) guna mengisi waktu luang.
Lantas, siapakah sosok Khairallah Abdelkbir? Berikut ini adalah ulasannya.
Timnas Malaysia Panggil Pemain Naturalisasi yang Belum Pengalaman, Ada Sergio Aguero
Khairallah Abdelkbir atau akrab disapa Abdel adalah pemain berusia 39 tahun yang merumput di Indonesia sejak 2016.
Saat itu, Abdel yang berstatus bebas transfer dipinang oleh Bhayangkara FC dengan harga Rp869 juta.
3 Pemain Lokal yang Terancam atas Kedatangan Pemain Naturalisasi di Piala AFF 2022, Nomor 2 Park Ji-sung Indonesia
Belum lama berseragam Bhayangkara, kontrak Abdel ternyata tidak diperpanjang dan tidak ada klub yang meminangnya hingga ia harus nganggur tanpa klub.
Saat itu, pemain kelahiran Casablanca, Maroko tersebut lebih terpaksa menghabiskan waktu sebagai pemain sepakbola di liga tarkam.
3 Pemain Lokal Timnas Indonesia yang Terancam Dicoret setelah Kedatangan Pemain Naturalisasi
Pemain yang memperkuat Wydad Fes ini juga menikahi seorang wanita Indonesia dan menetap di Surabaya, Jawa Timur.
Abdel akhirnya juga menjadi warga negara Indonesia (WNI). Proses naturalisasinya baru rampung pada Maret 2021 silam.
5 Pemain Naturalisasi Paling Sukses di Indonesia, Nomor 4 Jadi Sesepuh di Liga 1
Setelah cukup lama tidak memiliki klub resmi, Khairallah Abdelkbir atau Abdel akhirnya kembali turun di turnamen profesional. Ia dipinang oleh Persis Solo pada Maret 201 yang ketika itu masih bermain di Liga 2.
Sayangnya, Abdel tidak bisa memberikan banyak kontribusi saat bersama Laskar Sambernyawa. Terlebih, ia tidak mendapatkan banyak waktu bermain saat bermarkas di Manahan, Solo.