Kesaksian Javier Roca soal Mencekamnya Tragedi Kanjuruhan: Ada Suporter Tewas di Pelukan Pemain
Ironisnya, banyak dari mereka yang terinjak-injak dan mengalami sesak nafas karena gas air mata yang ditembakan pihak keamanan ke tribun. Menurut keterangan resmi polisi sejauh ini terdata 125 orang meninggal dunia akibat insiden tersebut.
Roca mengungkapkan perasaannya. Pelatih asal Chile itu mengaku hancur mentalnya karena insiden tragis itu. Pasalnya, dia sama sekali tidak menyangka bisa ada ratusan korban yang berjatuhan pada malam itu.
“Saya hancur secara mental. Saya merasakan beban yang sangat berat, bahkan tanggung jawab. Hasil memerintahkan dan menentukan apa yang terjadi di akhir. Jika kami menang, ini tidak akan terjadi. Kami tidak pernah mengira ini akan terjadi, para pemain memiliki hubungan yang baik dengan para penggemar,” kata Roca dikutip dari Cadena Ser, Senin (3/10/2022).
Lebih lanjut, eks pelatih Persik Kediri itu mengungkapkan momen yang menyayat hati. Roca mengatakan saat kejadian, ada 20 suporter yang berusaha diselamatkan oleh tim dokter Arema FC. Namun, empat diantaranya meninggal dan sedihnya ada yang meninggal di pelukan pemain.
“Saya pergi ke ruang ganti, dan beberapa pemain tetap berada di lapangan. Ketika saya kembali dari konferensi pers, saya menemukan tragedi dan kasus di dalam stadion. Para pemain lewat dengan korban di tangan mereka," katanya.