Kenalan dengan Tiga Maskot Piala Dunia 2026 Maple, Zayu, dan Clutch
Sebagai inovasi baru, Maple, Zayu, dan Clutch akan tampil dalam gim resmi terbaru berlisensi FIFA berjudul FIFA Heroes. Gim bergaya arcade lima lawan lima ini akan menghadirkan berbagai maskot Piala Dunia, ikon sepak bola dunia, hingga karakter fiksi populer. Dikembangkan oleh ENVER dan Solace, FIFA Heroes dijadwalkan rilis pada 2026 di berbagai platform seperti Android, iOS, Nintendo Switch, PlayStation, dan Xbox.
Selain itu, maskot juga akan hadir di FIFA Super League Soccer dalam platform Roblox. Kolaborasi dengan Gamefam ini memungkinkan penggemar menyelesaikan misi khusus bertema maskot dan mendapatkan hadiah eksklusif.
Kehadiran tiga maskot ini bukan hanya di ranah digital, tetapi juga dalam bentuk merchandise resmi yang akan dijual melalui FIFAStore.com. Kaos, mainan, hingga suvenir bertema Maple, Zayu, dan Clutch dipastikan akan menjadi buruan para kolektor dan penggemar sepak bola di seluruh dunia.
Maple the Moose digambarkan sebagai sosok kreatif yang mencintai seni jalanan dan musik, sekaligus penjaga gawang yang penuh dedikasi. Terinspirasi dari ketangguhan dan budaya Kanada, Maple melambangkan jiwa kepemimpinan dan gaya yang tak terbendung.
Zayu the Jaguar berasal dari hutan selatan Meksiko. Dengan kelincahan dan kecerdikan luar biasa, Zayu tampil sebagai penyerang tangguh di lapangan. Di luar lapangan, Zayu merayakan warisan budaya Meksiko lewat tarian, kuliner, dan tradisi, menjadi simbol perayaan yang menyatukan masyarakat.
Sementara itu, Clutch the Bald Eagle mewakili semangat petualangan Amerika Serikat. Sebagai burung ikonik, Clutch digambarkan berani, penuh energi, dan mampu menginspirasi rekan-rekannya. Filosofi Clutch adalah menjadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk terbang lebih tinggi, baik di lapangan maupun kehidupan sehari-hari.
Ketiga maskot ini akan menyambut dunia pada Piala Dunia 2026 yang berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli, dengan format baru menghadirkan 48 tim. FIFA berharap Maple, Zayu, dan Clutch mampu menjadi ikon global yang tak hanya merepresentasikan tuan rumah, tetapi juga menghubungkan jutaan penggemar dari berbagai belahan dunia.
Editor: Abdul Haris