Jorge Lorenzo: Marc Marquez Adalah Michael Jordan-nya MotoGP, Tapi Masih Bisa Dikalahkan
Dalam balapan tersebut, Alex Marquez dari Gresini Ducati sempat memberi perlawanan sebelum akhirnya terjatuh. Kondisi itu, menurut Lorenzo, harusnya bisa dimanfaatkan Bagnaia untuk mengamankan posisi kedua. Namun nyatanya, Pecco hanya finis ketiga, di belakang Marquez dan Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing.
"Ia harus fokus, setidaknya berkata: 'Oke, mungkin saya tidak akan dapat melakukannya dengan Marc, tetapi kita lihat saja nanti, tetapi untuk saat ini saya akan mencoba finis setidaknya di posisi kedua'," lanjut Lorenzo.
Lorenzo juga mengungkapkan Marquez memang memiliki aura juara yang sulit ditandingi. Bahkan ia menyamakan pembalap asal Cervera itu dengan legenda basket dunia, Michael Jordan. Sebuah metafora yang menggambarkan dominasi dan ketangguhan Marquez di lintasan.
"Itu tidak berarti Marc adalah monster. Maksud saya, Marc adalah Michael Jordan-nya olahraga sepeda motor saat ini. Namun, itu tidak berarti Kobe Bryant dan Shaquille O'Neal dan semua orang itu tidak ingin mengalahkan Michael Jordan," tukas Lorenzo.
Pernyataan tersebut menegaskan meski Marquez berada di puncak performa, bukan berarti ia tak bisa dikalahkan. Para rival seperti Bagnaia, Bezzecchi, dan pembalap lainnya, tetap punya peluang, asal bisa tampil fokus dan tanpa kesalahan.
Dengan kalender MotoGP 2025 yang masih menyisakan banyak seri, peluang untuk menyalip Marquez di klasemen masih terbuka lebar. Namun, seperti yang dikatakan Lorenzo, dibutuhkan mental juara, determinasi tinggi, dan strategi matang untuk bisa menjegal "Michael Jordan"-nya MotoGP itu.
Editor: Abdul Haris