Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Brasil ke 16 Besar di Piala Dunia, Matheus Cunha Angkat Lima Jari Ejek Jepang
Advertisement . Scroll to see content

Jerman Tersingkir, Manuel Neuer Tutup Karier dengan Rekor Memalukan

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:09:00 WIB
Jerman Tersingkir, Manuel Neuer Tutup Karier dengan Rekor Memalukan
Manuel Neuer mengakhiri karier timnas dengan menyamai rekor terburuk Piala Dunia (Foto: FIFA)
Advertisement . Scroll to see content

Namun, kegagalan Jerman tidak semata terjadi di titik penalti. Sepanjang turnamen, lini belakang tampil rapuh, pola yang terus berulang dalam tiga edisi Piala Dunia terakhir dan menjadi biang utama hasil buruk.

Rekor Kebobolan yang Mengakhiri Legenda

Jerman kebobolan di setiap pertandingan Piala Dunia kali ini. Situasi itu membuat Neuer menyamai rekor tidak diinginkan sebagai kiper dengan jumlah laga beruntun terbanyak tanpa nirbobol di Piala Dunia.

Gol sundulan keras Julio Enciso pada menit ke-42 laga kontra Paraguay menjadi momen penentu. Gol itu menandai pertandingan ke-10 beruntun Neuer selalu memungut bola dari gawangnya di ajang Piala Dunia.

Catatan kelam tersebut berlangsung sejak final Piala Dunia 2014 melawan Argentina. Pada edisi 2018, Korea Selatan, Swedia, dan Meksiko semuanya mencetak gol ke gawang Jerman. Pola serupa terulang di Qatar 2022 saat Jepang, Spanyol, dan Kosta Rika menjebol pertahanan mereka.

Di edisi 2026, kebobolan kembali terjadi saat menghadapi Curacao, Pantai Gading, Ekuador, hingga Paraguay. Rentetan itu menempatkan Neuer sejajar dengan Antonio Carbajal, kiper Meksiko yang kebobolan dalam 10 laga Piala Dunia beruntun periode 1950–1962.

Neuer kini berada di atas Thomas Ravelli dari Swedia yang mencatat sembilan laga, serta Jorge Campos dari Meksiko dengan delapan laga berturut-turut tanpa nirbobol. Tak satu pun kiper abad ke-21 mencatat lebih dari tujuh pertandingan tanpa clean sheet di Piala Dunia.

Masalah pertahanan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Jerman. Di lini depan, masa depan terlihat menjanjikan lewat Jamal Musiala, Florian Wirtz, dan Lennart Karl. Namun di lini belakang, pembenahan mendesak diperlukan agar kegagalan serupa tidak kembali terulang.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut