Jepang vs Brasil di 32 Besar Piala Dunia 2026: Samurai Biru Berburu Keajaiban
Dalam laga tersebut, Jepang bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menang 3-2 atas Brasil. Kemenangan itu membuat duel kali ini terasa lebih dari sekadar pertandingan biasa bagi pemain dan pendukung Jepang.
Winger kiri Jepang, Keito Nakamura, pernah mengungkapkan arti besar kemenangan tersebut. “Jauh lebih mudah menang melawan lawan yang pernah Anda kalahkan sebelumnya daripada lawan yang belum pernah Anda kalahkan,” ujarnya saat itu, dikutip dari FIFA.com.
Kutipan tersebut menggambarkan rasa percaya diri Jepang. Mereka tidak datang ke Houston hanya untuk bertahan. Samurai Biru punya memori positif, modal psikologis, dan keyakinan jika Brasil bisa dilukai ketika celah muncul.
Ritsu Doan, pemain yang memberi assist untuk gol pembuka Jepang melawan Swedia, juga membawa emosi besar jelang duel ini. “Bermain di turnamen ini adalah sesuatu yang saya impikan sejak kecil. Menghadapi tim yang selalu saya kagumi membuat saya benar-benar bahagia. Saya akan memberikan segalanya untuk membantu kami menang,” katanya.
Ucapan Doan mencerminkan perasaan banyak pemain Jepang. Brasil bukan hanya lawan besar, melainkan tim yang selama puluhan tahun menjadi inspirasi bagi perkembangan sepak bola Jepang. Ketika J-League pertama kali berdiri, legenda Brasil seperti Zico ikut membawa mental pemenang ke sepak bola Jepang.