Jejak 2 Pelatih yang Kembali ke Real Madrid, Jose Mourinho Lebih Sukses?
Kisah indah itu berakhir pahit pada musim 2012/13. Real Madrid kembali tersingkir di semifinal Liga Champions untuk ketiga kalinya secara beruntun. Hubungan Mourinho dengan ruang ganti memburuk, termasuk konflik terbuka dengan Cristiano Ronaldo, yang akhirnya mengakhiri masa baktinya di Madrid.
Kini, 13 tahun berselang, Mourinho kembali dihadapkan pada ruang ganti yang retak. Ketegangan internal mencuat setelah Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni terlibat perselisihan dalam sesi latihan.
Situasi makin panas usai kekalahan 0-2 dari Barcelona di El Clasico di Camp Nou. Kylian Mbappe menjadi sorotan setelah absen di laga krusial tersebut, hasil yang memastikan Barcelona kembali merebut gelar La Liga.
Mourinho kini dituntut bergerak cepat membenahi mental dan disiplin tim. Tantangan ini mengingatkan publik pada kisah pelatih lain yang pernah kembali ke Real Madrid untuk periode kedua.
Nama Carlo Ancelotti menjadi contoh sukses. Dia mengantar Real Madrid meraih La Decima pada 2014 sebelum dipecat setahun kemudian. Delapan tahun berselang, Ancelotti kembali dan mempersembahkan dua Liga Champions serta dua gelar La Liga, sebelum kembali berpisah usai musim tanpa trofi 2024/25.
Kisah lain datang dari Zinedine Zidane. Mantan maestro lini tengah itu memimpin era emas Real Madrid dengan tiga gelar Liga Champions beruntun pada 2016–2018. Dia sempat pergi karena kelelahan, lalu kembali dan menutup periode keduanya dengan gelar La Liga 2019/20.
Kini, Real Madrid kembali berharap pada Mourinho. Dengan pengalaman, karakter kuat, dan rekam jejak menata ruang ganti penuh konflik, dia dipercaya menjadi sosok yang mampu menghentikan krisis dan mengembalikan mental juara Los Blancos.
Editor: Reynaldi Hermawan