Jawaban Mengejutkan Vanenburg saat Dibandingkan dengan Shin Tae-yong
Pelatih berusia 61 tahun itu menyebut, setiap tim butuh proses bertahap. Baginya, tidak mungkin langsung meraih kesuksesan instan tanpa perjalanan panjang.
Pesan Khusus Erick Thohir untuk Timnas Indonesia U-23 di Kualifikasi Piala Asia 2026
“Jadi tidak mungkin juga dari posisi paling bawah langsung ke atas, itu tidak mungkin. Kita berkembang setahap demi setahap. Kalau kita melihat ke belakang, U-23 juga tidak memiliki juara dengan pelatih-pelatih sebelumnya,” katanya.
Dengan filosofi itu, Gerald menekankan fokusnya adalah membangun fondasi jangka panjang. Dia tidak menutup mata terhadap kelemahan yang sempat terlihat di Piala AFF U-23, khususnya soal penyelesaian akhir yang dinilai masih kurang tajam.
Mauro Zijlstra Main di Timnas Indonesia Senior atau U-23? Patrick Kluivert Tegas Jawab Begini
Gerald mengungkapkan saat melawan Vietnam, Indonesia sebenarnya menguasai jalannya pertandingan.
“Saat melawan Vietnam kita memiliki penguasaan bola hampir 60-70 persen. Itu sudah bagus, hanya saja kita tidak memiliki banyak kesempatan mencetak gol,” jelasnya.
Gerald Vanenburg Mengeluh jelang Timnas Indonesia U-23 Vs Laos, Kenapa?
Karena itu, dia menegaskan target utama tim adalah meningkatkan efektivitas serangan. Filosofi Vanenburg, khas pelatih Belanda, lebih menekankan pada penguasaan bola dan permainan rapi. Berbeda dengan Shin Tae-yong yang lebih menekankan efektivitas dan kecepatan transisi.
“Dari situ kita harus bisa mengevaluasi, bagaimana bisa menjaga penguasaan bola sebanyak itu, tapi bisa mencetak gol,” tegas Gerald.