Italia Dibantai Norwegia, Donnarumma Buka-Bukaan Kekacauan di Babak Kedua
Ia menilai performa babak pertama dan kedua berbeda jauh, terutama dalam hal tekanan dan determinasi.
“Pertandingan di babak pertama benar-benar berbeda, kami tidak pernah membiarkan mereka keluar dari wilayah pertahanan mereka sendiri. Kami harus melakukannya selama 95 menit, bukan 45 menit, itu sudah pasti," ujarnya.
“Ini kekalahan yang menyakitkan, tetapi kami harus tetap tegar… Kami harus menemukan kembali kepercayaan diri dan keyakinan diri kami, dan saya yakin berkat pelatih kami juga kami akan melakukannya," ucapnya.
Beberapa pihak, termasuk Gennaro Gattuso dan Manuel Locatelli, menyebut mental Italia “rapuh”. Ketika ditanya penyebabnya, Donnarumma juga merasa belum menemukan jawabannya.
“Entahlah, itu pertanyaan yang kami ajukan pada diri sendiri," tuturnya.
Menurutnya, tidak boleh ada tim yang runtuh hanya karena satu atau dua momen buruk dalam pertandingan.
“Peluang bisa saja terjadi melawan tim hebat seperti Norwegia, tetapi tidak mungkin Anda hancur begitu saja, kehilangan kepercayaan diri sepenuhnya, kehilangan kendali permainan sepenuhnya. Itu tidak bisa diterima," ujarnya.
Italia kini bersiap menghadapi pengundian play-off Piala Dunia, yang akan dilaksanakan pada Kamis, 20 November, sebelum bertarung pada semifinal 26 Maret dan final 31 Maret.
Editor: Reynaldi Hermawan