Hensat: Pelaku Penggelapan Dana Hak Siar Liga 1 Tak Boleh Berkecimpung di Sepakbola RI Seumur Hidup
JAKARTA, iNews.id - Tokoh pencinta sepakbola nasional, Hendri Satrio (Hensat) meminta agar pelaku yang menggelapkan dana hak siar Liga Indonesia (Liga 1) antara PT Liga Indonesia Baru (LIB) dengan PT MNC Vision Network Tbk, dihukum berat. Pelaku tidak boleh lagi menyentuh persepakbolaan Tanah Air.
"Menurut saya siapa pun yang bersalah apalagi benar bila digelapkan, orang yang menggelapkan itu harus divonis tidak boleh menyentuh persebakbolaan di Indonesia seumur hidup," ujar Hensat yang juga pakar komunikasi politik, dikutip dari kanal YouTube MNC Trijaya, Sabtu (11/12/2021).
Hendri juga berharap kasus agar pelaku penggelapan dana hak siar ini agar bisa secepatnya ditemukan.
"Semoga ditemukan orang yang menggelapkan dan apakah benar digelapkan. Semoga berjalan sebagaimana semestinya," ujarnya.
Ditanya Terima Dana Hak Siar Liga Indonesia, PT LIB Bilang Begini
Tak hanya itu, Hendri turut pula menyinggung perihal pembentukan LIB yang dinilai diwarnai berbagai polemik.
"Dari awal pembentukan LIB itu udah ada berbagai polemik ya, sehingga muncul juga hari ini kekisruhan yang lebih itu, dugaan penggelapan dana," tuturnya.
Gempar! Uang Hak Siar Liga Indonesia Diduga Digelapkan, Pencinta Bola Tanah Air Jadi Korban
Di sisi lain, terkait kasus ini Hendri meyakini bahwa pihak PT MNC sudah melakukan upaya tegas menempuh jalur hukum. Harapannya, nasib sepakbola Indonesia juga turut ikut diperjuangkan.
Diketahui, kasus ini berawal dari raibnya dana hak siar eksklusif hasil persetujuan kontrak antara PT LIB dengan PT MNC Vision Tbk.
Uang Hak Siar Liga Indonesia Diduga Digelapkan PT LIB, Pengamat: Klub Jangan Diam Saja!
Terdapat perbedaan antara jumlah uang yang sudah dibayar PT MNC senilai Rp39 miliar. Sementara PT LIB mengaku baru menerima Rp14 miliar.
Editor: Maria Christina