Gianni Infantino Didesak Mundur, FIFA Dituding Hancurkan Sepak Bola
Menurut dia, FIFA membuat dan menjalankan keputusan berdasarkan kepentingannya sendiri tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap bagian lain dalam sepak bola.
Durasi turun minum final juga menjadi sasaran kritik. Jeda yang biasanya berlangsung 15 menit memanjang menjadi lebih dari 27 menit untuk mengakomodasi pertunjukan Madonna, BTS, Shakira, Justin Bieber, Burna Boy, dan sejumlah pengisi acara lainnya. Pertunjukan musiknya sendiri berlangsung sekitar 11 menit.
Tebas menilai perubahan tersebut memperlihatkan FIFA bisa mengatur pertandingan sesuka hati demi kepentingan komersial. Dia menyebut kebijakan jeda hidrasi, durasi turun minum, kasus Balogun, dan rencana Piala Dunia 64 tim sebagai keputusan tidak bertanggung jawab yang merugikan sepak bola.
Desakan Tebas datang saat Infantino sudah menyatakan akan kembali mencalonkan diri dalam pemilihan Presiden FIFA 2027. Pemungutan suara dijadwalkan berlangsung dalam Kongres FIFA di Rabat, Maroko, pada 18 Maret 2027, dengan perwakilan 211 federasi anggota memiliki hak suara.
Tanpa kandidat penantang dan dengan kuatnya dukungan federasi nasional, Infantino masih berada di posisi terdepan. Namun, kritik Tebas membuka perang baru setelah Piala Dunia 2026 sekaligus memperbesar perdebatan mengenai arah sepak bola dunia di bawah kendali FIFA.
Editor: Abdul Haris