Gagal Juara, Persija Cetak Sejarah Baru di Super League 2025-2026
Pada musim 2017, Persija meraih 61 poin dan finis di posisi keempat. Setahun kemudian, tim ibu kota menjadi juara Liga 1 2018 di bawah arahan Stefano Cugurra dengan 62 poin.
Setelah itu, performa Persija sempat menurun. Mereka hanya meraih 44 poin pada musim 2019, 45 poin pada musim 2021-2022, 48 poin pada musim 2023-2024, dan 51 poin pada musim 2024-2025.
Kebangkitan mulai terlihat pada musim 2022-2023 saat ditangani Thomas Doll. Kala itu, Persija menutup musim di posisi kedua dengan 66 poin.
Pelatih Mauricio Souza mengaku senang dengan rekor tersebut. Namun, dia menegaskan target utama Persija tetap menjadi juara.
“Saya senang dengan rekor ini. Sejujurnya, ini bukan rekor yang kami targetkan. Kami selalu berusaha menjadi nomor satu di kompetisi ini,” ujarnya.
Mauricio juga bangga dengan identitas permainan yang ditunjukkan timnya sepanjang musim. “Tanpa ragu, mencapai tonggak sejarah ini dengan seragam bergengsi seperti ini sangat memuaskan,” tuturnya.
Editor: Abdul Haris