Filosofi Emas Trofi Soekarno Cup 2025: Simbol Gotong Royong dan Semangat Pemuda Indonesia
Tahun ini, Soekarno Cup mempertemukan delapan tim regional terbaik Indonesia dengan syarat pemain kelahiran tahun 2008 atau U-17. Turnamen ini bukan semata kompetisi, tetapi wadah pembinaan talenta muda dari seluruh penjuru Tanah Air.
Ketua Panitia, I Made Agus Mahayastra, menegaskan nilai utama turnamen ini.
“Sepak bola mengajarkan kita arti perjuangan, disiplin, dan kekompakan. Tidak ada kemenangan yang diraih sendirian; semuanya lahir dari kerja sama sebagai satu tim,” ujar Agus.
Ia menambahkan bahwa semangat gotong-royong ini sangat penting untuk generasi muda Indonesia.
Agus juga menekankan bahwa Soekarno Cup adalah ruang kebudayaan dan penguatan ideologi bangsa.
“Soekarno Cup bukan sekadar ajang olahraga, tetapi gerakan kebudayaan dan penguatan ideologi untuk menghidupkan kembali kecintaan Bung Karno terhadap sepak bola sebagai olahraga rakyat dan sarana pemersatu bangsa,” tegasnya.