Erick Thohir Turunkan Timnas Indonesia U-23 di FIFA Matchday November
Keputusan PSSI untuk memberikan fokus penuh kepada Timnas U-23 juga sekaligus menjadi bagian dari upaya menata ulang peta pembinaan sepak bola nasional pasca kegagalan Timnas senior di kualifikasi Piala Dunia 2026. Tim Garuda sebelumnya harus tersingkir setelah kalah 2-3 dari Arab Saudi dan 0-1 dari Irak di Grup B babak keempat.
Kekalahan tersebut membuat posisi pelatih Patrick Kluivert menjadi sorotan. Akhirnya, kerja sama antara PSSI dan juru taktik asal Belanda itu resmi dihentikan pada Kamis (16/10/2025). Erick menegaskan keputusan itu diambil sebagai bentuk evaluasi menyeluruh terhadap performa dan arah tim nasional ke depan.
Dengan tidak adanya pelatih kepala di tim senior, PSSI memilih memanfaatkan waktu untuk memperkuat jenjang U-23 sebagai fondasi masa depan sepak bola Indonesia. Fokus utama kini diarahkan pada pembentukan tim muda yang tangguh, kompetitif, dan siap bersaing di kawasan Asia Tenggara maupun level Asia.
Erick juga menegaskan, keputusan ini bukan berarti Indonesia pasif di kancah internasional. Sebaliknya, langkah tersebut diambil sebagai bagian dari strategi jangka panjang yang selaras dengan program 17 cabang olahraga unggulan yang menjadi fokus pemerintah.
“Kita tetap punya blueprint yang jelas, dan sepak bola menjadi bagian penting dari pengembangan atlet nasional,” ujarnya.
Selain mempersiapkan SEA Games, PSSI juga tengah menata struktur kepelatihan dan manajemen Timnas agar lebih solid. Erick menekankan pentingnya kesinambungan antara Timnas senior, U-23, dan kelompok usia lainnya agar sistem pembinaan berjalan lebih terarah.
Dengan fokus sementara pada Timnas U-23, Indonesia diharapkan mampu menorehkan prestasi membanggakan di SEA Games 2025. Sukses di ajang tersebut diharapkan menjadi langkah awal kebangkitan sepak bola nasional setelah periode sulit di kualifikasi Piala Dunia.
Editor: Abdul Haris