Erick Thohir Buka Suara Soal Pelatih Baru Timnas Indonesia
Pria yang juga menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga itu mengungkap, perpisahan dengan Kluivert turut memunculkan catatan serius terkait perilaku sebagian netizen Indonesia. Menurut dia, ada laporan soal tindakan diskriminatif serta ancaman yang diterima tim pelatih dan beberapa pemain.
“Sekarang kita lagi menjaga persepsi di industri sepak bola dunia bahwa kita bukan bangsa yang tercerminkan hari ini dengan beberapa diskriminasi dan ancaman-ancaman. Itu yang kita coba sosialisasi termasuk ke pemain,” ucapnya.
Erick menambahkan, PSSI kini sedang berupaya menyatukan kembali berbagai elemen sepak bola Tanah Air.
“Saya, Sekjen dan beberapa Exco sedang coba merajut semua yang ada di Indonesia,” ujar dia. Konsolidasi internal, menurutnya, lebih penting dilakukan sebelum menentukan arah baru untuk pelatih Timnas.
Kondisi ini membuat kursi pelatih kepala Timnas Indonesia senior kosong sementara waktu. Erick menyebut, akibat situasi tersebut, Timnas senior kemungkinan besar tidak akan tampil dalam agenda FIFA Matchday periode November 2025.
Sebagai gantinya, PSSI akan memanfaatkan jeda internasional itu untuk memberi kesempatan lebih kepada Timnas Indonesia U-23. Langkah ini diambil agar ritme kompetisi dan pembinaan pemain muda tetap berjalan optimal.
PSSI berharap publik dapat bersabar dan tidak terjebak pada spekulasi yang tidak berdasar. Erick menegaskan, proses pemilihan pelatih akan dilakukan secara profesional dan penuh pertimbangan agar Timnas Indonesia bisa bangkit dengan fondasi yang lebih kuat.
Editor: Abdul Haris