Eks Striker Timnas Prancis Akui Kariernya Gagal di Juventus karena Goda Pacar Direktur
"Pria itu salah satu direktur Juventus. Dia berkata 'kalian bertiga, ke kantorku besok pagi'. Ketika kami menghadap paginya dia menatap kami dan berkata 'kau ke sana, kau ke sana, dan kau ke sana', sama sekali tidak ada diskusi," papar Elliot yang mengutip curhatan Pericard lewat karya tulisnya.
"Jadi seperti itulah saya bisa ke Portsmouth. Bukan karena sepak bola, bukan karena apa pun, tapi karena saya salah mengirim teks di waktu yang tak tepat dan bahkan saya tak pernah mendengar Portsmouth. Tak pernah ada bayangan pada saya untuk datang ke Inggris," terangnya lagi.
Karier sepak bola Pericard dari abu-abu menjadi hitam pekat. Dia mengaku belum siap dipinjamkan. Imbasnya, Pericard kesulitan tinggal di Inggris karena tidak menguasai bahasanya, makan makanan yang sama, dan kesepian.
Saking depresinya Pericard sampai kecanduan alkohol dan perjudian. Bahkan pada 2007, dia pernah dipenjara karena kebut-kebutan di jalan. Ada satu momen juga di mana dia ingin sekali bunuh diri karena terus-menerus diliputi depresi.
Mengutip Sportbible, Pericard dikabarkan sudah pensiun sejak 2011. Dia kemudian bersekolah di jurusan Business Enterprise Development di Universitas Plymouth. Pendidikannya berlanjut ke jenjang master di jurusan akuntansi dan finansial.
Setelah lulus, Pericard mengatur perusahaan yang membantu pemain asing yang hendak berkarier di inggris. Meskipun sudah terbilang sukses hidup di luar sepak bola, Pericard mengaku pernah masih menyimpan penyesalan di masa lalu.
"Saya berharap tidak pernah mengirim teks pada guru Italia itu, tapi saya lantas berpikir apa yang telah terjadi cuma reaksi berlebihan saja," ujar Pericard.
Editor: Dimas Wahyu Indrajaya