Drama Injury Time Liga Spanyol Kini Dikuasai Duracell, Figo Ikut Turun Tangan
President Europe & Africa Duracell, Gülhande Sanay, menyebut kerja sama tersebut menjadi cara untuk menghubungkan identitas merek dengan emosi sepak bola global.
“Kami menghubungkan nilai utama kami tentang ‘daya tahan energi’ dengan drama dan emosi sepak bola. Liga Spanyol memberikan panggung budaya sepanjang tahun di berbagai pasar prioritas kami di seluruh dunia, sekaligus menjadi platform untuk menjangkau konsumen yang penuh semangat secara global,” katanya.
Sementara itu, Luís Figo mengaku sangat memahami tekanan dan intensitas yang muncul saat injury time di sepak bola.
“Ketika Anda berada di lapangan atau di stadion dan papan waktu tambahan diangkat, ada sesuatu yang berubah. Intensitas meningkat, suara penonton semakin keras, dan setiap sentuhan terasa lebih berarti. Saya telah menyaksikan begitu banyak momen penentu di Liga Spanyol terjadi setelah waktu pertandingan melewati menit ke-90,” ujar Figo.
“Momen-momen itu bukan keberuntungan semata. Semua itu adalah hasil dari para pemain yang terus melangkah ketika yang lain berhenti. Itulah mengapa kemitraan ini sangat masuk akal bagi saya, karena Duracell merepresentasikan hal yang sama: bertahan lebih lama dan memiliki kekuatan untuk tetap tak terhentikan ketika segalanya dipertaruhkan,” tuturnya.
Editor: Reynaldi Hermawan