Dominasi Percasi DKI Jakarta: Pertahankan Gelar Juara Umum Kejurnas Catur 2025
Meski gelar juara umum kembali diraih, Kenneth mengakui masih ada rasa kurang puas. Target awal adalah meraih sepuluh emas, namun hanya enam yang berhasil dibawa pulang. Ia juga menjelaskan bahwa empat atlet unggulan yang hampir pasti menyumbang emas tidak dapat berangkat ke Mamuju.
“Kalau juara umum, saya sudah memenuhi janji saya kepada Bapak Gubernur Pramono Anung. Namun, jujur saya kurang puas dengan perolehan medali ini, karena target kami sepuluh emas. Kami mengirim 38 atlet, tapi hasilnya meleset di tambah lagi faktor 4 atlet unggulan kami yang pasti memperoleh medali emas, berhalangan tidak bisa berangkat ke Mamuju. Tidak apa-apa, ini akan menjadi bahan evaluasi dan ke depan kami akan mengubah sistem pelatihan serta pembibitan,” ungkap anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut.
Dalam klasemen akhir, DKI Jakarta unggul nyaman dari para pesaing. Jawa Timur berada di posisi kedua dengan empat emas, tiga perak, dan empat perunggu.
Yogyakarta menempati peringkat ketiga dengan tiga emas, tiga perak, dan dua perunggu. Dominasi DKI kembali nyata dengan raihan enam emas, dua perak, dan enam perunggu, memastikan mereka tetap menjadi kekuatan utama catur nasional.
Kenneth berharap prestasi tahun ini menjadi pijakan untuk melahirkan lebih banyak atlet berprestasi hingga ke level internasional. Menurutnya, potensi besar pecatur muda Jakarta harus mendapat pembinaan yang lebih terstruktur.