Cerita Aremania saat Detik-detik Tragedi Kanjuruhan: Lampu Dimatikan, Gas Air Mata Ditembakkan ke Tribun
"Kalau yang masuk ke lapangan mungkin masih bisa kami terima karena mereka memang melanggar batas area. Tetapi kenapa yang di tribun juga ditembak gas air mata. Kami cinta Arema dan Kanjuruhan, tetapi dalam situasi ini malah seperti dijebak di dalam kurungan karena saat gas air mata ditembakkan pintu keluar belum dibuka. Meskipun setelah itu terbuka, namun dalam situasi kacau menjadi masalah sendiri," katanya.
Situasi saat itu sangat kacau, ada Aremania yang berusaha menyerang petugas juga berhasil. Dia berharap perseteruan antarsuporter segera selesai dan tercipta perdamaian.
"Saya sampaikan kalau terus terprovokasi mau seperti apa. Kami selalu menyuarakan perdamaian dengan siapapun, termasuk suporter tim rival," tuturnya.
Editor: Ibnu Hariyanto