Bela Spanyol, Lamine Yamal Kibarkan Dua Bendera Negara Lain di Sepatunya
Maroko sempat berupaya membujuk Yamal agar membela mereka di level internasional. Namun Yamal sudah menyampaikan sikap tegas. Dia mengatakan kepada pihak Maroko, “dia merasa sebagai orang Spanyol.”
Di sisi lain, Guinea Khatulistiwa juga menyimpan kebanggaan tersendiri. Presiden federasi sepak bola Guinea Khatulistiwa, Venancio Tomas Ndong Micha, pernah menyampaikan pandangannya kepada BBC pada 2024.
“Negara kami memegang dia sangat dekat di hati kami dan berpikir dia akan melakukan banyak hal untuk sepak bola Guinea Khatulistiwa,” ujar Venancio Tomas Ndong Micha, dikutip dari BBC.
Kebanggaan terhadap akar budaya tersebut terlihat jelas. Yamal kerap menampilkan dua bendera itu di sepatunya, termasuk saat pemanasan jelang laga Piala Dunia di Atlanta.
Gestur sederhana tersebut memperlihatkan identitas ganda yang dia bawa ke level tertinggi sepak bola dunia. Yamal tetap membela Spanyol, namun tidak pernah menanggalkan asal-usul keluarganya.
Di usia yang masih sangat muda, Yamal sudah memberi warna unik di Piala Dunia. Aksi di lapangan dipadu pesan kuat soal jati diri, membuat namanya terus menjadi pembicaraan global.
Editor: Reynaldi Hermawan