Barcelona Resmi Keluar dari European Super League, Hubungan dengan Real Madrid Kian Jauh
Situasi tersebut membuat konfrontasi terbuka dengan UEFA semakin sulit. Media Katalan melaporkan Laporta menyadari biaya isolasi jauh lebih besar dibanding keuntungan Super League.
Tanda-tanda perubahan sikap terlihat Oktober lalu saat Laporta menghadiri rapat tahunan klub Eropa di Roma. “Kamu tahu kami berada di jalur membangun jembatan antara Super League dan UEFA. Barcelona memiliki posisi jelas dan pihak terkait sudah mengetahuinya,” kata Laporta.
Dalam acara Yayasan Cruyff, dia kembali menegaskan arah tersebut. “Kami mendukung upaya perdamaian dan klub-klub Super League kembali ke UEFA. Kami merasa sangat dekat dengan UEFA dan EFC,” ujarnya.
Laporta juga dilaporkan kembali menjalin hubungan dengan Presiden UEFA Aleksander Čeferin serta Nasser Al-Khelaïfi, Presiden Paris Saint-Germain yang kini memimpin European Football Clubs (EFC).