Arema FC Ancam Tinggalkan Kanjuruhan usai Insiden Lemparan Batu: 3 Tahun Perjuangan Kami Sia-Sia!
Menurut pria yang akrab disapa Inal ini, klub telah berupaya keras mempertahankan eksistensinya di tengah badai kritik dan keterbatasan finansial karena harus terusir dari markas sendiri pasca tragedi 2022. Ia mengaku klub hanya bisa bertahan berkat tekad dan semangat para pengurus serta pemain.
"Kami bertahan dengan sisa tenaga, nyaris tanpa dukungan. Tapi yang kami terima justru tuntutan yang berlebihan. Rasanya kami tidak dihormati di sini," ungkapnya tegas.
Inal juga menyinggung soal hilangnya dukungan dari Aremania yang selama tiga tahun tak bisa hadir langsung mendukung tim. Saat Arema akhirnya kembali ke Malang, ekspektasi tinggi dan tekanan justru datang dari suporter sendiri.
Manajemen juga menyoroti standar keamanan pertandingan, mengingat laga melawan Persik tergolong “high risk match” karena rivalitas antarsuporter. Meski seluruh prosedur pengamanan telah dipenuhi oleh klub, insiden tetap terjadi di zona 4 (luar stadion), yang seharusnya menjadi tanggung jawab aparat keamanan.
"Kami prihatin insiden itu terjadi di luar area stadion. Arema FC sudah mengikuti semua standar keamanan, tapi tetap saja ada celah," jelasnya.
Dengan kondisi ini, Arema FC kini tengah mempertimbangkan untuk tidak lagi memainkan sisa laga kandang Liga 1 musim ini di Stadion Kanjuruhan.
"Kami serius mempertimbangkan untuk tidak lagi bermain di Kanjuruhan dalam waktu dekat," tegas Inal.
Editor: Abdul Haris