Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tim Pengganti Timnas Iran di Piala Dunia 2026 Tak Harus dari Asia
Advertisement . Scroll to see content

Apa Sanksi Buat Timnas Iran jika Mundur dari Piala Dunia 2026? Siap-Siap Denda Besar!

Kamis, 12 Maret 2026 - 18:00:00 WIB
Apa Sanksi Buat Timnas Iran jika Mundur dari Piala Dunia 2026? Siap-Siap Denda Besar!
Iran menghadapi risiko sanksi FIFA hingga ratusan ribu franc Swiss jika mundur dari Piala Dunia 2026 di tengah konflik Timur Tengah.. (Foto: Gulf Times)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id – Iran menghadapi risiko sanksi FIFA jika resmi mundur dari Piala Dunia 2026. Kondisi keamanan dan konflik regional membuat keikutsertaan mereka terancam.

Setelah serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah memasuki konflik besar. Posisi Khamenei kini digantikan oleh putranya, Mojtaba.

Iran merespons serangan tersebut dengan serangan balasan ke sejumlah negara, termasuk Israel, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Oman, Arab Saudi, dan Siprus. Konflik juga meletus di Lebanon antara pasukan Israel dan kelompok militan Syiah yang didukung Iran, Hezbollah, menewaskan ribuan orang dan menyebabkan jutaan mengungsi.

Dampak konflik juga dirasakan di dunia olahraga. Tujuh anggota tim wanita Iran mendapat suaka setelah Asian Cup di Australia, meski satu anggota memutuskan kembali ke Iran.

Kekhawatiran juga muncul mengenai partisipasi tim nasional pria Iran di Piala Dunia 2026, meskipun mereka telah lolos kualifikasi. Iran dijadwalkan memainkan semua pertandingan grup mereka – melawan Belgia, Mesir, dan Selandia Baru – di AS. Namun, masih belum jelas apakah mereka akan tampil.

Menteri Olahraga dan Pemuda Iran, Ahmad Donyamali, mengatakan dalam wawancara dengan IRIB Sports Network.

"Dalam kondisi apapun, kami tidak memiliki kondisi yang sesuai untuk berpartisipasi di Piala Dunia. Anak-anak kami tidak aman, dan kondisi untuk ikut tidak ada. Selama delapan atau sembilan bulan terakhir, dua perang telah dipaksakan kepada kami, dan ribuan orang kami telah tewas. Oleh karena itu, kami jelas tidak memiliki kemungkinan untuk berpartisipasi," kata Ahmad.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut