Alasan Timnas Iran Menolak Nyanyikan Lagu Kebangsaan di Piala Dunia 2022, Ternyata Berhubungan dengan Kasus Ini
Protes untuk menantang otoritas pemerintah telah menyebar ke seluruh negeri. Kondisi semakin kacau ketika ratusan orang tewas usai pasukan keamanan dikerahkan.
Bagi para atlet, keputusan untuk tidak menyanyikan lagu kebangsaan bukanlah pertama kalinya dilakukan. Pada akhir September, tim sepak bola Iran memilih untuk memakai jaket hitam agar bisa menutupi warna negaranya dalam pertandingan persahabatan melawan Senegal.
Sebelum terbang ke Doha untuk Piala Dunia, tim bertemu dengan Presiden Ebrahim Raisi. Sayangnya, pertemuan itu tidak berjalan baik dengan pengunjuk rasa hingga spanduk tim dibakar menjelang turnamen.
Menyusul tim sepak bola, tim polo air, bola basket, dan sepak bola pantai Iran juga ikut menolak menyanyikan lagu kebangsaan mereka. Sebelum pertandingan hari Senin digelar, beberapa penggemar Iran di Qatar bahkan memberi isyarat dukungan untuk para pengunjuk rasa di negaranya.
Mereka mengenakan kaos bertuliskan, “Wanita, hidup, kebebasan”, yang kerap digaungkan sejak kematian Mahsa Amini. Keputusan tim sepak bola untuk tetap diam selama lagu kebangsaan di panggung olahraga terbesar itu merupakan langkah paling berani sejauh ini tanpa mempedulikan konsekuensi yang akan diterimanya.
Pada hari Minggu, bek Ehsan Hajsafi menjadi pemain Iran pertama di Piala Dunia yang secara terbuka berbicara mendukung protes.
“Mereka harus tahu bahwa kami bersama mereka dan kami mendukung mereka dan kami bersimpati dengan mereka terkait kondisi tersebut,” kata Ehsan Hajsafi, seperti dikutip dari Al Jazeera pada Rabu (23/11/2022).
Editor: Komaruddin Bagja