5 Klub yang Pernah Mendapat Sanksi UEFA Pelanggaran Financial Fair Play, Siapa Paling Rugi?
Kasus tersebut secara khusus menyoroti transfer kontroversial Neymar sebesar 222 juta euro dari Barcelona ke Paris pada 2017 dan Kylian Mbappe dari AS Monaco dengan nilai fantastis. Namun, PSG berhasil memenangkan banding dengan CAS dan UEFA terpaksa menghentikan pengusutannya tersebut.
Setelah mampu finis di urutan kelima Serie A pada musim 2018-2019 lalu, AC Milan seharusnya mendapatkan jatah tiket untuk bermain di Liga Eropa musim 2019-2020. Namun sebelum kompetisi dimulai, UEFA memberikan kejutan dengan mencoret Milan dari peserta Liga Eropa.
Hal itu karena AC Milan terbukti telah menyalahi aturan FFP. Setelah melewati proses pengadilan bersama CAS, Milan dinilai gagal menyeimbangkan neraca keuangan mereka pada periode 2014-2017. Ditambah lagi, pada tahun 2015-2018 AC Milan yang masih dalam periode pengawasan, mengalami kerugian di atas batas maksimal yakni 30 juta euro. Hal itu membuat UEFA terpaksa memberikan tiket Piala Eropa yang didapat AC Milan kepada AS Roma.
City pernah dituding melakukan pelanggaran berat terhadap peraturan FFP oleh UEFA. Manchester City didakwa telah memalsukan dana sponsor pada tahun 2012-2016 untuk membuat neraca keuangan klub terlihat stabil.
Oleh UEFA, The Citizen dilarang tampil di kompetisi Eropa dalam dua musim harus membayar denda sebesar 30 juta euro (Rp444,9 miliar). Namun, Manchester City yang mengajukan banding ke CAS akhirnya memenangkan banding mereka setelah kurangnya bukti dari UEFA.
Akhirnya, City bisa kembali mengikuti turnamen Eropa yang sempat dilarang. City juga mendapatkan potongan 10 juta euro dari total denda 30 juta euro yang dilayangkan kepada mereka sebelumnya.
Itulah lima klub yang pernah mendapatkan sanksi berat dari UEFA. Kelimanya terpaksa harus mendapatkan hukuman lantaran dianggap melakukan pelanggaran terhadap aturan Financial Fair Play (FFP).
Editor: Komaruddin Bagja