5 Keajaiban di Sepak Bola dari Kalah Telak Bisa Comeback, Nomor 2 Juara Liga Champions
Liverpool kala itu tak seperti sekaran. Kedalaman skuadnya tidak sementereng era Jurgen Klopp dan Mohamed Salah.
Saat itu The Reds sering bergantung kepada performa sang kapten Steven Gerrard. Adapun lini lini depannya diisi pemain hebat tapi kurang tajam saat dilatih Rafael Benitez, sebut saja Milan Baros dan Djibril Cisse.
Lain halnya dengan AC Milan. Di setiap lini, Rossoneri memiliki pemain yang berkualitas dan berpengalaman. Alhasil Milan lebih diunggulkan saat melawan Liverpool pada final saat itu.
Anggapan para pakar pun hampir terbukti. AC Milan mampu mengungguli Liverpool dengan skor 3-0 pada babak pertama. Gol diciptakan Paolo Maldini dan brace Hernan Crespo.
Namun, Liverpool tidak menyerah. Pada babak kedua mereka bangkit lewat sundulan Steven Gerrard, Xabi Alonso, dan Vladimir Smicer. Skor menjadi 3-3!