3 Perbedaan Mencolok Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong dan Simon Mcmenemy, Pola Latihan hingga Prestasi
Jika membandingkan keduanya, hal itu bisa dilihat dari hasil yang ditorehkan selama menjadi juru racik di Tim Merah Putih. Simon menukangi Timnas Indonesia sejak Desember 2018 dan tidak banyak memberikan kontribusi berarti. Hanya 11 bulan berkarier, Simon gagal membawa Timnas Indonesia lolos Kualifikasi Piala Dunia 2022.
Performa Timnas Indonesia bukannya naik malah dianggap menurun oleh banyak pihak. Akibatnya, Simon dipecat empat hari setelah Mochamad Iriawan (Iwan Bule) terpilih menjadi Ketua Umum PSSI periode 2019-2023.
Sementara, Shin Taeyong bergabung sejak akhir Desember 2019 lalu. Dalam waktu singkat, ranking Timnas Indonesia berhasil naik jauh berkat tangan dinginnya.
Mantan pelatih Timnas Korea Selatan itu juga menjadi aktor penting dalam membawa Indonesia melaju ke Final Piala AFF 2020. Selain itu, Shin berhasil membawa medali perunggu di SEA Games 2021 untuk Indonesia.
Tak hanya situ, Shin Tae-yong juga membuat Indonesia menembus putaran final Piala Asia 2023. Padahal, sudah 16 tahun lamanya Tim Garuda tidak menjajaki kompetisi tersebut.
Itulah perbedaan mencolok Timnas Indonesia era Shin Tae-yong dan Simon Mcmenemy. Shin Tae-yong bisa disebut sudah memberikan perubahan signifikan sejak diberi tanggung jawab menukangi Timnas Indonesia.
Pelatih berusia 52 tahun itu melakukan perubahan berbagai aspek pada Timnas Indonesia. Terkini, Shin Tae-yong diharapkan dapat kembali mengangkat reputasi Tim Garuda dengan membawa pulang Piala AFF 2022.
Editor: Komaruddin Bagja