Yamaha Minta Fabio Quartararo Sabar Tunggu Kebangkitan M1: Kami Bukan Pesulap!
“Kami telah mengubah banyak hal, sekarang kami benar-benar tahu apa yang ingin kami lakukan, ke mana kami ingin pergi, tapi itu butuh waktu. Kami bukan penyihir,” kata Meregalli dilansir Crash, Sabtu (16/3/2024).
“Kami tahu apa yang perlu dilakukan, dan butuh waktu untuk mencapainya,” tambahnya.
“Fabio melakukan apa yang dia bisa untuk saat ini, kami realistis. Kami telah melihat apa yang bisa kami lakukan di sini dua minggu lalu, saat pengujian, ketika kami melakukan simulasi balapan. Kami sudah melihat levelnya,” tuturnya.
Quartararo jelas tidak senang dengan kemunduran yang terus ditunjukkan tim pabrikan Iwata. Pasalnya, pada musim 2021 lalu dia berhasil juara MotoGP bersama mereka, tetapi setelah itu tak mampu lagi menyaingi dominasi Ducati.
Kontrak pembalap berusia 24 tahun itu dengan Yamaha akan habis pada akhir musim ini. Jika timnya tak kunjung memberikan perkembangan pada proyek motornya, bukan mustahil dia bakal memilih untuk hengkang.
“Tentu saja kami tidak senang, kami realistis dan obyektif. Kami sudah membuat daftar apa yang harus kami lakukan, tapi itu butuh waktu,” jelas Meregalli.
“Fabio bekerja dengan baik dan mencoba untuk tenang, dia memahami situasinya. Mungkin dia sangat gugup dan kecewa di awal tahun lalu. Sekarang dia menyadari inilah situasinya,” ucapnya.
Editor: Reynaldi Hermawan