Wynne Prakusya Ratu Tenis Indonesia yang Bikin Geger Manila, Begini Kehidupannya Sekarang
Setelah dua tahun menimba ilmu di Ceko, Wynne melanjutkan pelatihannya ke Florida, Amerika Serikat. Dia tidak pernah pulang ke Indonesia kecuali saat ada turnamen di tanah kelahirannya itu. Menurutnya, kalau dia pulang ke tanah air, permainannya akan tertinggal dari petenis-petenis luar negeri.
Wynne yang saat itu berusia 14 tahun merasa sangat berat untuk jauh dari keluarga. Di tambah lagi teknologi komunikasi pada saat itu belum seperti sekarang sehingga hal itu terasa sangat berat baginya.
Namun, perjuangannya itu tidak sia-sia. Wynne terus berkembang menjadi petenis yang andal. Dia meraih runner-up Australia Open 1998 untuk kelas junior tenis nomor tunggal putri. Dia juga pernah membela Indonesia di Olimpiade Sydney 2000 dan Athena 2004.
Wynne mengharumkan nama Indonesia di pesta olah raga se-Asia, Asian Games 2002 dengan meraih medali emas di nomor beregu dan perak di nomor ganda putri bersama Angelique Widjaja. Dalam perjuangannya di Asian Games 2002, terselip cerita ‘kecurangan’ tuan rumah Korea Selatan yang selalu menguntungkan petenis tuan rumah untuk memenangkan pertandingan.
Puncak kejayaannya terjadi pada SEA Games 2005 di Manila. Wynne yang saat itu berusia 24 tahun, sukses membawa pulang emas di nomor tunggal putri, ganda putri, dan beregu. Pencapaiannya nyaris sempurna andai di nomor ganda campuran, dia tidak kalah di final. Atas pencapaiannya tersebut, dia dijuluki Ratu Tenis Indonesia.