Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tanggapan KAI soal Aksi Diduga Pelecehan Seksual di KRL yang Viral di Medsos
Advertisement . Scroll to see content

Terungkap! Pelecehan Seksual Atlet Panjat Tebing Pelatnas Terjadi Sejak 2021, dari Masturbasi hingga Pemerkosaan

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:34:00 WIB
Terungkap! Pelecehan Seksual Atlet Panjat Tebing Pelatnas Terjadi Sejak 2021, dari Masturbasi hingga Pemerkosaan
Bareskrim Polri menyelidiki dugaan pemerkosaan dan kekerasan seksual terhadap atlet putri panjat tebing Pelatnas.. (Foto: Ilustrasi/Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Dugaan kekerasan seksual terhadap atlet putri panjat tebing Pelatnas mencuat setelah laporan resmi masuk ke Bareskrim Polri. Kasus ini menyeret seorang mantan kepala pelatih yang diduga melakukan pelecehan sejak 2021.

Bareskrim Polri tengah mendalami laporan dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang diduga dilakukan mantan Head Coach atlet panjat tebing Pelatnas terhadap sejumlah atlet putri. Laporan tersebut terdaftar dengan Nomor LP/B/101/III/2026/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 3 Maret 2026.

Direktur Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang Bareskrim Polri Brigjen Pol Nurul Azizah menjelaskan, laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan kewenangan oleh pelatih terhadap atlet binaannya.

“Pada hari ini kami menyampaikan perkembangan kasus tindak pidana kekerasan seksual sebagaimana laporan polisi Nomor LP/B/101/III/2026/SPKT/Bareskrim Polri tanggal 3 Maret 2026, dengan modus diduga menyalahgunakan kewenangan serta memanfaatkan kerentanan atau keadaan atlet putri untuk melakukan perbuatan cabul hingga persetubuhan,” ujar Nurul Azizah.

Menurut dia, peristiwa yang dilaporkan diduga berlangsung dalam rentang 2021 hingga 2025. Dugaan tindakan terjadi terutama di Asrama Atlet Bekasi yang berada di Jalan Harapan Indah Boulevard No.10–12, Medan Satria, Bekasi Utara. Selain itu, peristiwa juga disebut terjadi saat para atlet mengikuti kejuaraan internasional di sejumlah negara.

Laporan tersebut diajukan pelapor berinisial SD yang bertindak sebagai penerima kuasa dari para korban. Para korban merupakan atlet putri panjat tebing Pelatnas. Sementara terlapor berinisial HB diketahui menjabat Head Coach atlet panjat tebing Pelatnas sebelum akhirnya diberhentikan oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut