Sabar/Reza Berpotensi Dipisah di Piala Thomas 2026, Kenapa?
Selama persiapan, berbagai kombinasi telah dicoba secara intens. Reza dipasangkan dengan Fikri, Sabar dengan Joaquin, serta Fajar dengan Raymond. Langkah ini dilakukan untuk mengukur chemistry dan kesiapan masing-masing pemain dalam berbagai situasi pertandingan.
"Selama ini diputar-putar semua sih. Jadi kayak di latihan Reza sama Fikri. Sabar sama Joaquin. Terus Fajar sama Raymond. Jadi semuanya kita coba-coba sih," lanjut Hendra.
Grup Neraka Piala Thomas 2026 Ancam Indonesia, Fajar Alfian Beri Peringatan Keras
Selain faktor strategi, kondisi fisik pemain juga jadi pertimbangan utama. Hendra mengakui rotasi pasangan penting untuk mengantisipasi risiko cedera yang bisa terjadi kapan saja di tengah turnamen padat.
"Saya juga nanya-nanya ke Ko Anton juga kan harus siap-siap lah intinya. Ya takutnya kan ada cedera juga salah satu, ya harus disiasatin," imbuhnya.
Fajar Alfian dan Putri KW Ditunjuk Jadi Kapten Indonesia di Piala Thomas dan Uber 2026
Salah satu perhatian utama tertuju pada kondisi Reza. Dia masih bergelut dengan cedera lama yang membutuhkan perawatan rutin. Meski begitu, dia tetap dipaksakan tampil karena padatnya jadwal kompetisi.
"Reza aman. Memang ada cedera lama. Ya sebenarnya sih butuh istirahat lama, cuma kan enggak bisa ini turnamennya padat banget. Jadi ya salah satunya harus terapi-terapi terus tiap hari," tutup Hendra.
Situasi ini membuat keputusan rotasi pasangan bukan sekadar opsi, melainkan kebutuhan strategis. Dengan skenario yang sudah disiapkan, tim ganda putra Indonesia diharapkan tetap kompetitif dalam kondisi apa pun di Piala Thomas 2026.
Editor: Reynaldi Hermawan