Ribuan Anak SD Ramaikan Festival SenengMinton Jateng 2025, Dorong Generasi Aktif Sejak Dini
Pentingnya aktivitas fisik pada masa kanak-kanak didukung kajian ilmiah yang menyebutkan bahwa gerak aktif pada anak usia enam hingga sembilan tahun dapat merangsang pelepasan Brain Derived Neurotrophic Factor (BDNF), protein penting dalam pembentukan koneksi antarsel saraf otak.
Anak yang rutin bergerak dinilai memiliki kemampuan fokus dan daya serap belajar lebih baik dibandingkan mereka yang terbiasa duduk pasif. Oleh karena itu, Festival SenengMinton dirancang dengan berbagai permainan yang melatih koordinasi, kecepatan, dan ketangkasan guna mengoptimalkan kembali kemampuan sensorik anak.
Antusiasme peserta terlihat luar biasa. Sebanyak 2.266 siswa sekolah dasar dari puluhan sekolah mengikuti rangkaian festival yang digelar di sejumlah kota, mulai dari Solo (23 September), Purwokerto (8 November), Semarang (20 November), hingga Magelang (11 Desember) sebagai penutup.
“Kehadiran ribuan anak di festival, menjadi bukti bahwa ruang untuk berolahraga yang dikemas secara ramah anak sangat ditunggu-tunggu. Di setiap kota, peserta diajak untuk melatih ketangkasan dasar bulutangkis tanpa tekanan kompetisi yang berat. Justru kita mengajaknya lewat pendekatan bermain yang menumbuhkan rasa cinta pada olahraga,” tambah Sylvana.
Tingginya partisipasi juga mendapat apresiasi dari Pengurus Provinsi PBSI Jawa Tengah. Wakil Ketua Umum PBSI Jateng, Yuni Kartika, menilai pengenalan bulutangkis sejak usia dini menjadi fondasi penting dalam pembinaan atlet masa depan.