Profil Giannis Antetokounmpo: Dulu Pedagang Asongan, Kini Cium Trofi NBA
Orang tua Giannis, seperti kebanyakan imigran di Yunani, kesulitan mencari kerja. Dia dan sang kakak, Thanasis, harus membantu ekonomi keluarga dari kecil dengan menjajakan jam tangan, tas, dan kacamata di pinggir jalan.
Sayangnya, upaya Giannis dan sang kakak tidak terlalu membantu ekonomi keluarganya. Giannis menyatakan keluarganya sempat mengalami masa tidak memiliki uang untuk sekadar membeli makanan.
“Kadang-kadang kulkas kami kosong. Dalam beberapa hari, kami tak sanggup menjual barang-barang dan kami tak punya uang untuk makan,” tutur Giannis, dikutip dari New York Times, Rabu (21/7/2021).
Keadaan keluarga Giannis makin parah karena xenophobia di Yunani pada waktu itu. Sekadar informasi, xenophobia adalah ketidaksukaan atau ketakutan terhadap orang-orang dari negara lain atau yang dianggap asing.
Namun, olahraga mengubah kehidupan Giannis. Giannis tidak langsung berkenalan dengan basket, tetapi sepak bola lebih dulu.