Profil Biodata Ayrton Senna, Legenda F1 yang Meninggal usai Kecelakaan Tragis di Sirkuit
Senna melakukan beberapa uji coba untuk tim F1 seperti Williams, McLaren, Brabham, dan Toleman. Bahkan ia juga sempat mendapat tawaran dari tim-tim tersebut untuk kontrak jangka panjang. Namun, pilihan Senna ketika itu jatuh pada tim Toleman untuk mengarungi musim perdananya di F1.
Padahal Toleman saat itu masih tergolong tim baru di F1 dan kurang kompetitif. Namun, kedatangan Senna nyatanya berhasil mengubah semuanya. Dia langsung menjelma sebagai pembalap yang punya catatan impresif di musim debutnya. Sayangnya, Senna memang belum beruntung untuk menjadi juara di musim itu.
Pada musim 1985, Senna pindah ke tim Lotus dengan ambisi yang lebih tinggi. Senna mendapatkan beberapa masalah teknis bersama Lotus di musim pertamanya. Namun, ia tetap mempertahankan permainan impresifnya. Bahkan, ia saat itu dikenal sebagai King of Pole Position. Di tim barunya tersebut, ia menyelesaikan musim pertama dengan finis di posisi keempat klasemen akhir.
Bersama Lotus, masalah teknis terus menjadi kendala sepanjang musim 1987. Hal itu membuatnya lagi-lagi harus berakhir di posisi keempat. Padahal, ia sebenarnya bisa melaju lebih jauh dari itu.
Musim ini menandai titik balik dalam karir Senna karena sepanjang tahun ia membangun hubungan yang mendalam dengan Honda. Karena hubungan yang telah ia bangun dengan Honda sepanjang musim 1987 dan dengan persetujuan pembalap nomor satu McLaren sekaligus juara dunia ganda saat itu, Alain Prost, Senna bergabung dengan tim McLaren pada musim 1988.