Perkembangan Biliar Indonesia Dapat Pujian Dunia, Pertumbuhan Tercepat di Asia
Yannick juga mengungkapkan bahwa kehadiran Predator di Indonesia bukan sekadar menjadikan negara ini lokasi penyelenggaraan turnamen, tetapi juga bagian dari misi jangka panjang untuk membangun fondasi olahraga biliar dari tingkat akar rumput hingga ke jenjang profesional.
“Dan kami memiliki mitra yang baik di sini, POPSI dan PBC. Dan, selain turnamen yang satu ini, kali ini kami akan menyelenggarakan Kejuaraan Dunia di Bali pada bulan Oktober. Jadi, itulah mengapa kami pikir pasar ini akan membantu kami mengembangkan olahraga ini,” jelas Yannick.
Menariknya, bukan hanya turnamen kelas senior yang menjadi perhatian. Yannick menyatakan bahwa Predator juga memiliki rencana untuk menyelenggarakan Kejuaraan Dunia Junior di Indonesia di masa mendatang. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi pembinaan atlet muda.
“Tahun ini kami hanya menyelenggarakan beberapa tingkat putra, putri, atau campuran. Namun, saya pikir di masa mendatang kami juga ingin menyelenggarakan beberapa acara junior, karena kami juga memiliki hak untuk menyelenggarakan Kejuaraan Dunia Junior,” jelasnya.
“Jadi, itu visi jangka panjang yang bagus untuk masa mendatang. Tapi, ke depannya saya katakan tidak hanya laki-laki, perempuan, atau campuran saja, tapi mudah-mudahan junior,” sambungnya.
Dukungan internasional yang semakin kuat, penyelenggaraan event skala dunia, serta antusiasme masyarakat yang terus meningkat menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara paling prospektif dalam olahraga biliar. Tidak berlebihan jika dalam waktu dekat, Indonesia bukan hanya dikenal sebagai tuan rumah yang baik, tapi juga sebagai lumbung atlet biliar berprestasi.
Dengan beragam upaya yang dilakukan oleh federasi nasional, sponsor global seperti Predator, dan kerja sama internasional, masa depan olahraga biliar Indonesia tampak semakin cerah.
Editor: Abdul Haris