Peringkat 21 di Tes Thailand, Mental Toprak Disorot Quartararo
Quartararo menilai tekanan mental menjadi tantangan utama bagi Razgatlioglu. “Secara mental, ini sulit baginya (Razgatlioglu), karena dia selalu berada di tiga besar di Superbike, dan saya melihat dia benar-benar putus asa, bisa dibilang begitu,” kata Quartararo dikutip dari Crash, Rabu (25/2/2026).
Dia menambahkan, “Dia datang di saat Yamaha berada di momen tersulit, (dan) di tahun pertamanya dia (juga) mengganti produsen ban. Tapi (saya) hanya memberitahunya bahwa wajar berada dalam posisi ini ketika kita baru tiba, dan kita semua ada di sini."
Hasil Tes Pramusim MotoGP 2026: Aprilia Sapu Dua Besar, Marc Marquez P3
Menurut Quartararo, kunci utama bagi Razgatlioglu adalah kesabaran. Adaptasi tidak bisa instan, terlebih di kelas utama yang memiliki karakter motor dan ban sangat berbeda.
“Dia hanya perlu meluangkan waktu untuk merasa lebih cepat dan lebih nyaman di atas sepeda. Saya berharap saya memiliki (saran) itu ketika saya kesulitan dalam tes (MotoGP) pertama saya di Malaysia," tutur Quartararo.
"Aku menginginkan yang terbaik untuknya, dan kupikir kata-kata sederhana mungkin bisa membantu, dan kupikir itu positif untuknya," tambahnya.
Razgatlioglu juga mengakui tantangan besar yang sedang dia hadapi.
“Ketika saya pindah ke MotoGP, saya mengerti bahwa ban dan motornya benar-benar berbeda. Saya perlu beradaptasi dengan ini. Tapi tetap saja, saya belum benar-benar beradaptasi. Terutama dengan ban depan," imbuh Razgatlioglu.
Tes pra-musim di Thailand menjadi gambaran awal perjuangan Razgatlioglu di MotoGP 2026. Dengan dukungan dari sesama pembalap Yamaha seperti Quartararo, dia kini dituntut membuktikan kapasitasnya di kelas tertinggi balap motor dunia.
Editor: Reynaldi Hermawan