Penyebab Atlet Binaraga di Malang Makan Ayam Tiren, Hanya Terima 10 Persen dari Biaya Operasional
Ia mengaku prihatin dengan asupan gizi yang diterima para atlet. Idealnya, kebutuhan protein mereka dipenuhi dari daging sapi. Namun karena keterbatasan biaya, mereka terpaksa beralih ke daging ayam, bahkan ayam tiren, karena harganya lebih murah.
"Kalau pakai telur, per kilonya Rp23 ribu, tapi kandungan proteinnya minim. Daging sapi bagus, tapi harganya Rp160 ribu per kilogram. Akhirnya kami cari alternatif lain yang terjangkau, meski kualitasnya sangat jauh di bawah standar," keluh Indra.
Dalam ajang Porprov Jatim mendatang, PBFI Kabupaten Malang akan mengirimkan 12 dari 22 atlet terbaiknya, dengan target mempertahankan gelar juara umum yang pernah diraih sebelumnya.
"Harapannya, kami bisa kembali menjadi juara. Tapi dengan kondisi anggaran seperti ini, tentu sangat berat. Kami hanya bisa berjuang sekuat tenaga," tegasnya.
Sebelumnya, media sosial diramaikan oleh video viral yang menunjukkan beberapa atlet binaraga Kabupaten Malang tengah mengolah ayam tiren di kamar mandi. Ayam-ayam tersebut kemudian dimasak dan dikonsumsi sebagai sumber protein karena keterbatasan dana untuk membeli makanan bergizi.
Editor: Abdul Haris