Penuh Kontroversi! Piala Dunia 2022 Qatar Disebut Hasil Lobi Politik Tingkat Tinggi
Tapi dia menyebutkan bahwa pemilihan itu tak lepas dari tekanan politik. Kepentingan di antara para pejabat tinggi di antara negara mengalahkan semuanya.
"Ini menjadi isyarat perdamaian jika dua lawan politik lama menjadi tuan rumah Piala Dunia satu demi satu," lanjut Sepp Blatter.
Dalam argumennya, Blatter tidak menyebutkan permasalahan HAM dan diskriminatif yang menjadi alasan bahwa Qatar tidak pantas. Tapi faktor lain di lihat dari segi geografis, dan sejarah negara ini sebagai peserta Piala Dunia.
Sepp Blatter juga tidak bicara soal adanya suap terkait penunjukkan Qatar, meski bukti di pengadilan menyatakan sebaliknya. Tapi saat pemilihannya, eks Presiden FIFA sebelumnya Michel Platini mendapat paksaan secara tifak langsung dari pemimpin negara yang bersangkutan.
"Berkat empat suara (Michel) Platini dan UEFA, Piala Dunia lebih dipilih ke Qatar daripada Amerika Serikat,” ujar Sepp Blatter tentang hasil pemungutan suara yang mana Qatar unggul 14 banding 8 atas Amerika Serikat.