PBVSI Siapkan 4 Pemain Naturalisasi dari Brasil, Bagaimana Nasib Atlet Voli Indonesia?
PBVSI memandang naturalisasi sebagai langkah strategis untuk mempercepat peningkatan kualitas tim nasional. Kehadiran pemain baru diharapkan menambah daya saing sekaligus menciptakan persaingan sehat di dalam skuad.
Imam menegaskan program tersebut merupakan bagian dari proyek jangka panjang menuju Olimpiade Brisbane 2032.
Timnas Voli Indonesia Melaju ke Semifinal SEA Games 2025 usai Bantai Filipina
“Kenapa kita harus naturalisasi? Tentu kita punya proses yang panjang yaitu kita ingin menuju ke Olimpiade Brisbane 2032. Sehingga kita mempersiapkan tim yang bagus itu yang pertama. Kemudian yang kedua supaya bisa membangun motivasi bagi atlet-atlet nasional kita,” katanya.
Empat pemain yang masuk radar federasi berasal dari Brasil. Negara tersebut dikenal memiliki tradisi kuat dalam olahraga voli.
“Kita dari Brasil lah,” kata Imam saat menjelaskan asal calon pemain naturalisasi.
PBVSI juga menargetkan pemain yang masih sangat muda agar dapat berkembang bersama tim nasional dalam jangka waktu panjang. Atlet yang dipertimbangkan berusia sekitar 17 tahun.
“Belum, belum ada. Dia masih muda-muda. Kan kita cari yang umur 17. Pokoknya umur yang masih muda yang kita ambil sehingga punya jangka panjang,” jelasnya.
Di tengah rencana naturalisasi, PBVSI menegaskan pembinaan atlet dalam negeri tetap berjalan. Program pengembangan pemain muda terus dilakukan melalui berbagai jalur kompetisi.
Salah satu program tersebut dijalankan melalui tim Jakarta Garuda Jaya yang berisi pemain muda Indonesia. Tim ini diproyeksikan menjadi wadah pembinaan untuk menambah pengalaman bertanding.
“Proyek jangka panjang makanya kita mempersiapkan juga ini Garuda Jaya ini kan kita mainkan yang muda-muda, besok ini kita carikan pengalaman,” ujarnya.