Mental Drop Hingga Konsultasi Psikolog, Fabio Quartararo Beberkan Pahitnya Musim 2023 di MotoGP
"Antara 2019 dan 2022 kami selalu berada di depan, selalu bersaing untuk podium, kemenangan, dan bahkan juara dunia. Tapi di 2023, jelas kami mundur selangkah, sementara yang lain maju," tutur Quartararo.
Situasi sulit tersebut mendorong Quartararo untuk mencari bantuan profesional. Ia mengaku sempat menjalani sesi dengan psikolog olahraga, meskipun tidak secara rutin. Namun, sesi singkat itu sangat membantunya dalam memahami situasi dan mengelola tekanan yang terus menghantuinya sepanjang musim.
"Akhirnya saya berkonsultasi dengan pelatih mental, seorang psikolog. Tidak sering, hanya satu dua kali, tapi itu membantu saya memahami lebih banyak. Itu membuat saya jauh lebih tenang, bahkan meskipun musim lalu sangat buruk dan kami tidak meraih podium sekalipun,” lanjutnya.
Meski musim 2023 penuh liku dan naik-turun bak roller coaster, Quartararo tidak kehilangan harapan. Ia tetap berusaha berpikir positif dan memfokuskan diri untuk memperbaiki performa motornya bersama tim. Ia percaya dengan kerja keras dan mental yang kuat, Yamaha bisa kembali bangkit di musim-musim berikutnya.
Saat ini, di musim MotoGP 2025, Quartararo masih terus berjuang bersama Yamaha. Meski sempat meraih podium kedua di MotoGP Spanyol, konsistensi masih menjadi tantangan besar. Dalam tiga seri balapan terakhir, El Diablo gagal finis, menunjukkan bahwa perjalanannya untuk kembali ke puncak belum selesai. Namun, keyakinan dan mentalitas yang lebih stabil diyakini akan menjadi kunci kebangkitannya.