Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Heboh Kasus Pelecehan Seksual Atlet Menembak 15 Tahun, Erick Thohir Turun Tangan
Advertisement . Scroll to see content

Menpora Tegas Larang Praktik Bajak Atlet jelang PON 2028

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:00:00 WIB
Menpora Tegas Larang Praktik Bajak Atlet jelang PON 2028
Menpora Erick Thohir. (Foto: iNews/Cikal Bintang)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan larangan praktik pembajakan atlet menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 yang akan digelar di NTB, NTT, dan DKI Jakarta.

Erick meminta seluruh daerah fokus pada pembinaan atlet secara mandiri, bukan mengandalkan perpindahan atlet secara instan demi memperkuat kontingen. Dia menilai PON harus menjadi cerminan hasil pembinaan jangka panjang di setiap wilayah.

“Jangan (PON 2028) ini jadi ajang bajak membajak atlet,” kata Erick kepada awak media termasuk iNews Media Group di Graha Kemenpora, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Menurutnya, setiap daerah di Indonesia memiliki potensi atlet yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan. Sistem pembinaan yang konsisten dinilai menjadi kunci lahirnya atlet berprestasi di level nasional hingga internasional.


Fokus Pembinaan, Bukan Instan

Erick menegaskan PON bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga evaluasi perkembangan olahraga di daerah. Karena itu, strategi instan dengan mendatangkan atlet dari luar daerah dinilai tidak sejalan dengan tujuan utama kompetisi.

Dia juga menyoroti pentingnya kesesuaian antara cabang olahraga yang dipertandingkan dengan kemampuan anggaran daerah. Menurutnya, perencanaan yang tidak tepat bisa membuat pelaksanaan PON menjadi tidak efektif.

“Jangan sampai semua nomor dipertandingkan tapi anggarannya tidak tersedia,” ujar Erick.

Dalam waktu dekat, Kementerian Pemuda dan Olahraga akan berkoordinasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Pertemuan itu akan membahas penyamaan persepsi terkait aturan PON 2028, termasuk penentuan cabang olahraga.

Erick juga meminta daerah lebih selektif dalam menentukan cabang olahraga yang akan dikembangkan. Fokus pada potensi dan fasilitas yang sudah dimiliki dinilai lebih realistis untuk membangun prestasi jangka panjang.

PON XXII 2028 sendiri akan digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), serta DKI Jakarta sebagai provinsi pendukung. Pemerintah ingin memastikan ajang ini berjalan dengan perencanaan matang sejak awal.

Selain soal pembinaan atlet, Erick juga menyoroti kesiapan infrastruktur olahraga. Dia menegaskan pemerintah tidak akan membangun banyak fasilitas baru demi menjaga efisiensi anggaran.

“Anggaran yang efektif, efisien harus dilakukan. Jadi ini bukan era birokrasi yang seperti dulu, semua ini harus efisien dan tepat sasaran,” kata pria yang juga menjabat Ketua Umum PSSI tersebut.

Dengan kebijakan tersebut, pemerintah berharap PON 2028 menjadi ajang yang lebih sehat, kompetitif, dan mencerminkan kualitas pembinaan olahraga daerah di Indonesia.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut