Menpora Tegas Larang Praktik Bajak Atlet jelang PON 2028
Dia juga menyoroti pentingnya kesesuaian antara cabang olahraga yang dipertandingkan dengan kemampuan anggaran daerah. Menurutnya, perencanaan yang tidak tepat bisa membuat pelaksanaan PON menjadi tidak efektif.
“Jangan sampai semua nomor dipertandingkan tapi anggarannya tidak tersedia,” ujar Erick.
Dalam waktu dekat, Kementerian Pemuda dan Olahraga akan berkoordinasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Pertemuan itu akan membahas penyamaan persepsi terkait aturan PON 2028, termasuk penentuan cabang olahraga.
Erick juga meminta daerah lebih selektif dalam menentukan cabang olahraga yang akan dikembangkan. Fokus pada potensi dan fasilitas yang sudah dimiliki dinilai lebih realistis untuk membangun prestasi jangka panjang.
PON XXII 2028 sendiri akan digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), serta DKI Jakarta sebagai provinsi pendukung. Pemerintah ingin memastikan ajang ini berjalan dengan perencanaan matang sejak awal.