Mengejutkan! Ternyata Ini Kunci Kebangkitan Francesco Bagnaia di MotoGP 2025
Menurut Pernat, Bagnaia adalah seorang perfeksionis yang terlalu banyak memikirkan lawan dan tekanan eksternal, termasuk dominasi Marquez dalam tim. Hal ini sempat mengganggu fokus dan proses adaptasi teknisnya di lintasan. Sebaliknya, Marquez dikenal sebagai pembalap natural dengan insting kuat yang tak terlalu memusingkan detail, tapi tetap tampil efektif.
“Ia (Bagnaia) telah memikirkannya sejak balapan pertama; ia seorang perfeksionis, dan orang perfeksionis tidak akan bekerja keras untuk memperbaiki motor sebelum mencapai 100%. Namun Marc, yang memiliki bakat dan mampu mengatasi masalah, tidak peduli,” tambah Pernat, menggambarkan kontras karakter dua pembalap papan atas tersebut.
Konsistensi menjadi kunci utama untuk Bagnaia jika ingin kembali bersaing memperebutkan gelar juara dunia musim ini. Saat ini, ia masih berada di posisi ketiga klasemen, tertinggal cukup jauh dari Marquez dan pembalap tim KTM, Pedro Acosta. Namun dengan sisa seri yang masih panjang, peluang tetap terbuka.
Pernat menyatakan bahwa jika Bagnaia bisa terus fokus pada dirinya sendiri tanpa membandingkan dengan pembalap lain, maka potensi juara dunia bukan hal yang mustahil. Ia meyakini Bagnaia masih memiliki kualitas dan mentalitas juara yang kuat, seperti yang ia tunjukkan saat menjuarai musim 2022 dan 2023.
“Mari berharap Pecco, hanya dengan mengesampingkan (tentang) Marc Márquez, dapat kembali menjadi dirinya sendiri, saya harap demikian, karena dia adalah seorang juara,” pungkas Pernat dengan penuh harapan.
Kini semua mata tertuju pada Sirkuit Mugello, tempat yang penuh kenangan dan emosional bagi para pembalap Italia. Jika Bagnaia mampu tampil maksimal di kandangnya sendiri, bukan tidak mungkin ini akan menjadi titik balik untuk memperkecil jarak di klasemen dan kembali menantang gelar MotoGP 2025.
Editor: Abdul Haris