Marcos Sugiyama Coret 8 Pemain Timnas Voli Putri Indonesia U-21, Siapa Saja?
Pelatih berdarah Brasil dan Jepang tersebut mengungkapkan bahwa setiap sesi latihan dipantau dengan detail dan seluruh aktivitas pemain direkam untuk dianalisis lebih lanjut. Penilaian tak hanya dilakukan secara kasat mata, tetapi berbasis data dan pengamatan mendalam.
“Semua aspek dasar, termasuk performa mereka dalam latihan beban. Kami mengadakan sesi latihan setiap hari, bersamaan, yang dibagi menjadi dua sesi, pagi dan sore. Kami memperhatikan setiap detail latihan harian, karena semua sesi latihan kami rekam dalam video,” ungkapnya.
“Segera setelah satu sesi latihan berakhir, kami mengevaluasi apa saja yang perlu diperbaiki dan disesuaikan untuk merancang program latihan keesokan harinya,” tambahnya lagi.
Meski dirinya menjadi sosok yang berada di garis depan keputusan, Marcos menegaskan bahwa pencoretan delapan pemain ini merupakan hasil evaluasi kolektif tim pelatih, bukan keputusan sepihak.
“Setelah hampir tiga bulan bersama, semua hal yang kami lakukan sejalan dan sepadan dengan rencana yang telah disusun oleh tim pelatih,” tegasnya.
Dengan waktu kurang dari dua bulan menuju Kejuaraan Dunia, Marcos Sugiyama dan jajaran pelatih tampaknya tak ingin mengambil risiko.
Proses seleksi ketat ini dilakukan agar Timnas Voli Putri U-21 Indonesia dapat tampil maksimal di depan publik sendiri dan mencetak sejarah di ajang bergengsi tersebut.
Editor: Reynaldi Hermawan