Marc Marquez Disebut Hancurkan Mental Bagnaia, Ducati Terancam Kehilangan Juara Dunia
Pernat juga menegaskan dominasi Marquez bukan hal baru. Dia menyebut hampir semua rekan setim pembalap asal Spanyol itu mengalami tekanan serupa sepanjang kariernya.
“Namun, siapa pun yang menjadi rekan setim Márquez pasti akan menderita. Dia sudah menghancurkan semua rekan setimnya,” terangnya.
Marc Marquez Tak Ingin MotoGP 2026 Seperti Musim Lalu
Situasi ini membuat masa depan Ducati Lenovo menjadi sorotan. Jika Bagnaia benar-benar pergi, tim harus segera mencari pengganti yang mampu bersaing sekaligus bertahan secara mental di bawah bayang-bayang Marquez.
Nama Pedro Acosta pun mencuat sebagai kandidat kuat. Pembalap muda asal Spanyol itu dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi masa depan Ducati.
“Di sisi lain, keputusan Acosta ke Ducati sangat tepat, dia adalah masa depan Ducati, dan ini juga menandakan masa depan MotoGP kini dikuasai pembalap Spanyol, bukan Italia,” pungkas Pernat.
Dengan kondisi ini, dinamika internal Ducati diprediksi akan semakin panas. Dominasi Marquez tidak hanya berdampak di lintasan, tetapi juga mengguncang stabilitas tim dari sisi psikologis pembalapnya.
Editor: Reynaldi Hermawan