Kudus Bergejolak! Klub Thailand Ancam Dominasi PB Djarum di Polytron Superliga Junior 2025
Anyapat Phichitpreechasak percaya diri bisa merebut Piala Susy Susanti, mengingat ia pernah menjadi juara U‑17 Putri di turnamen yang sama dua tahun lalu.
“Berpartisipasi di turnamen beregu tentu akan memberikan pengalaman berharga karena banyak sekali pemain dan tim kuat ikut bersaing, termasuk klub‑klub dari Indonesia yang levelnya sangat tinggi. Namun, tim kami selalu dapat menandingi kualitas tim‑tim hebat di Polytron Superliga Junior. Jadi kami datang tidak hanya untuk mencari pengalaman, tapi juga untuk menang karena target kami adalah menjadi juara di dua kategori yang diikuti,” ujarnya.
Di sisi PB Djarum, Manager Fung Permadi sudah mengamati kekuatan Banthongyord sejak pertandingan di Thailand. Ia meminta para atlet muda di dalam tim untuk tampil maksimal, pantang menyerah, dan fleksibel mencari solusi ketika menghadapi lawan berat.
Atlet tunggal putra U‑19 PB Djarum, Yudha Rendra Wijaya, mengaku tidak takut meski Banthongyord membidik gelar juara. Ia yakin bahwa dengan komposisi pemain PB Djarum yang kuat, mereka punya peluang besar memperebutkan titel di setiap kategori.
“Persaingan untuk merebut gelar juara di setiap kategori usia memang lebih ketat terutama dengan hadirnya penantang kuat seperti Thailand dan klub lokal lain yang semakin kompetitif. Tapi, kami tetap memasang target tinggi untuk bisa kembali menjadi juara umum di Polytron Superliga Junior 2025. Bagi saya yang terpenting adalah tetap fokus, saling dukung, dan kompak menghadapi setiap pertandingan,” kata Yudha.