Komentar Taufik Hidayat usai Bulu Tangkis Melempem di Olimpiade Paris 2024, Bawa-Bawa Novak Djokovic
"Pertandingan biasa dan olimpiade itu memang beda ya. Kita melihat kemarin seorang Djokovic saja baru kemarin juara kan setelah melalui beberapa Olimpiade," kata Taufik dalam konferensi pers di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.
"Saya waktu itu masih usia 19 tahun, ranking satu, dan sangat diharapkan menjadi juara olimpiade. Tapi endingnya di quarterfinal kalah dari China (Ji Xinpeng), yang sebulan sebelumnya saya kalahkan di Thomas Cup. Jadi memang tak gampang main di olimpiade ini," tambahnya.
"Tapi saya belajar dari kekalahan itu di 2004, saya baru tahu mesti bagaimana mesti menghandle diri, latihan apa semuanya," tuturnya.
Lebih lanjut, Taufik yang ditugaskan menjadi mentor Jojo -sapaan Jonatan- dan Ginting selama persiapan menuju Olimpiade 2024, mengungkapkan dirinya sangat yakin dengan performa kedua atletnya itu dari segi teknik dan fisik bahwa mereka bisa bersaing dalam perebutan gelar. Namun, tak dapat dipungkiri pada akhirnya mental di lapangan lah yang melengkapi semuanya.
"Di sini, saya di Tim Ad Hoc, selalu menyampaikan dalam tim dan pemain juga bahwa dari angka 10, satu sampai sembilannya kita sudah siapkan semua, dari pelatih, nutrisi, semua ada. Nah, 10-nya dari pemain lah di dalam lapangan,” ujar legenda asal Bandung itu.