KFI Resmi Transformasi Liga Futsal Indonesia, Fokus Profesionalisasi dan Industri
"Kami duduk bersama bukan untuk klaim berlebihan, melainkan murni untuk berkolaborasi secara nyata," katanya.
Rorian menambahkan bahwa peningkatan level liga tidak bisa dicapai sepihak.
"Membawa liga ini ke next level sekaligus menjaga muruah kompetisi yang melahirkan para penggawa Timnas, tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Semua harus berkolaborasi bersama," ujarnya.
Musim kompetisi 2026 akan dijalankan dengan standar lebih tinggi, dimulai April hingga Juli, dengan Bandung dan Sukoharjo sebagai pusat penyelenggaraan.
Pendekatan ini diharapkan memaksimalkan pengalaman pemain, klub, dan penonton, sekaligus membuka peluang komersial lebih luas.
Owners Meeting juga menghasilkan kesepakatan untuk merubah paradigma pengelolaan liga. Kompetisi tidak lagi hanya sebagai turnamen, tetapi sebagai entitas bisnis olahraga yang memberi nilai tambah bagi klub, pemain, sponsor, media, dan penggemar futsal nasional.
KFI menegaskan komitmennya sebagai operator resmi liga futsal profesional di Indonesia, menaungi PFL, WPFL, dan PFL2. Langkah ini diambil untuk mendorong profesionalisasi, kualitas olahraga, dan pengembangan potensi industri futsal yang mandiri dan berkelanjutan.
Transformasi ini diharapkan berdampak nyata: klub dan pemain mendapatkan fasilitas lebih baik, sponsor mendapat eksposur maksimal, dan penggemar menikmati pertandingan dengan standar profesional internasional.
Editor: Reynaldi Hermawan